WAJIB! Ini 10 Protokol Pernikahan NEW NORMAL (Era Kebiasaan Baru)

0
21

Jangan mimpi untuk seru-seruan foto bareng pengantin. Lupakan untuk memeluk dan berjabat-tangan erat. Itulah syarat-syarat momen pernikahan New Normal alias Pernikahan Era Kebiasaan Baru.

Bersanding berdua meresmikan pernikahan bukan lagi momen indah seperti yang sudah-sudah.

Meruaknya pandemi COVID-19 mengharuskan banyak aturan yang diterapkan dan wajib diikuti kedua mempelai pengantin, jika ingin tetap melangsungkan pernikahan di era Kebiasaan Baru ini.

Ya, New Normal Wedding alias Pernikahan Era Kebiasaan Baru pun menjadi standar yang benar-benar baru: harus bersih, terjaga jaraknya dan tak ramai penuh hadirin!

Memang benar, di Era Kebiasaan Baru ini setiap pasangan yang akan menikah di luar Kantor Urusan Agama (KUA) sudah diperbolehkan melaksanakan pernikahan di rumah atau di gedung. Tapi tentu saja harus mematuhi deretan protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

Ya, aturan layanan Pernikahan New Normal dicantumkan dalam Surat Edaran atau SE nomor P-006/DJ.III/Hk.00.7/06/2020 SE tentang Pelayanan Nikah Menuju Masyarakat Produktif Aman COVID.

Apa saja poin-poin aturannya?

Yuk, simak seperti yang dilansir dari Detik:

  1. Pelaksanaan akad nikah diselenggarakan di KUA Kecamatan
  2. Pelaksanaan akad nikah hanya diizinkan bagi calon pengantin (catin) yang telah mendaftar sampai dengan tanggal 23 April 2020
  3. Permohonan akad nikah yang didaftarkan setelah tanggal 23 April 2020 tidak dapat dilaksanakan sampai dengan tanggal 29 Mei 2020
  4. KUA kecamatan wajib mengatur hal-hal yang berhubungan dengan petugas, pihak catin, waktu, dan tempat agar pelaksanaan akad nikah dan protokol kesehatan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya

Baca Suka-Tak Suka, Ini Sekilas Protokol Pernikahan di Era New Normal

5. Untuk menghindari kerumunan di KUA Kecamatan, pelaksanaan akad nikah di kantor dibatasi sebanyak-banyaknya 8 (delapan) pasang catin dalam satu hari

6. Terhadap permohonan akad nikah yang telah melampaui kuota sebagaimana dimaksud pada angka 5, KUA Kecamatan menangguhkan pelaksanaan akad nikah tersebut di hari lain

7. Dikarenakan suatu alasan atau keadaan yang mendesak sehingga catin tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1, 3, dan/atau 6, Kepala KUA Kecamatan dapat mempertimbangkan permohonan pelaksanaan akad nikah di luar ketentuan dimaksud yang diajukan secara tertulis dan ditandatangani di atas materai oleh salah seorang catin dengan disertai alasan yang kuat

8. Dalam hal protokol kesehatan tidak dapat dipenuhi, KUA Kecamatan wajib menolak layanan disertai alasan penolakan tersebut

Baca Ingin Tampil Menawan Tapi Pakai Masker? Pakai Tiara!

9. KUA Kecamatan wajib mengatur dan mengendalikan dengan sungguh-sungguh pelaksanaan akad nikah sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah di masa darurat bencana wabah penyakit COVID-19

10. KUA Kecamatan wajib berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait dan aparat keamanan untuk pengendalian pelaksanaan pelayanan akad nikah.

 

Oh ya, untuk poin 2 dan 3 mungkin mulai longgar sejalan penerapan masa transisi dan peneran PSBB proporsional. KUA sejalan dengan kebijakan pemerintah setempat dengan melakukan pencegahan COVID-19.

Siap menikah dengan aturan New Normal Wedding?

 

 

O.J.

Berbagai Sumber / Foto: Valentine Febrianti – YouTube

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here