Suka-Tak Suka, Ini Sekilas Protokol Pernikahan di Era New Normal

0
21

Menikah di era New Normal karena adanya pandemi COVID-19 berbeda sangat jauh dengan era sebelum virus ini melanda dunia. Seperti apa pernikahan era New Normal?

Setelah vakum selama tiga bulan, akhirnya pergerakan kerumunan acara perlahan-lahan mulai akan diadakan lagi. Virus COVID-19 memang akan terus ada dan vaksinnya belum ketemu, tapi roda perekonomian harus tetap berjalan.

Acara pernikahan sebagai kegiatan berkerumun pastinya diatur ketat.

Ya, apapun kegiatan berkerumunnya, itu semua harus mengikuti aturan yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tentang pedoman tatanan normal baru produktif dan aman Coronavirus Disease 2019 bagi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah nomer 440-830/2020.

Gak cuma pesta pernikahan saja yang harus tunduk, tapi konser musik dan momen olahraga pun harus tunduk pada aturan tersebut.

Aturan ini disebut protokol kesehatan dan menjadi protokol wajib untuk mencegah penularan Covid-19.

Beberapa garis aturan protokol tersebut meliputi:

Mulai dari batasi jumlah orang yang masuk, gunakan selotip area untuk meningkatkan jarak fisik dan sosial-terutama di antrean makanan.

  • Menghindari kontak fisik secara langsung bersalaman
  • Berpelukan
  • Penggunaan uang konvensional – gunakan transaksi secara cashless
  • Pemakaian marker di karpet dan bahan lantai lainnya untuk membuat batas visual di sekitar meja
  • Perisai plexiglass di antara meja yang saling berhadapan
  • Tanda-tanda yang mengarahkan lalu lintas berjalan dalam satu arah agar tidak ada penumpukan dan pertemuan.

 

Oh ya, tentu saja sarana cuci tangan dengan air dan sabun atau pencuci tangan berbasis alkohol diberbagai lokasi strategis WAJIB ADA di tempat acara.

Mereka yang menggelar acara harus gunakan tempat dan alat makan sekali pakai. Wuih!

Baca Wah! Ini 4 Jurus Sehat dr. Reisa Broto Asmoro Jubir Baru COVID-19

Ya, mereka yang melanggar aturan ini dikenakan sanksi berupa denda. Jika pertemuan yang tidak mematuhi aturan protokol kesehatan akan dibubarkan institusi di bawah perintah pemerintah daerah.

Jika pertemuan tersebut memang benar-benar dinyatakan tidak memerhatikan langkah-langkah keselamatan umum oleh pihak berwenang, maka unit pemerintah daerah berhak memberi sanksi dan denda maksimum bagi pelanggar.

 

 

 

OJ

Berbagai sumber / Foto: Masker by Ferry Sunarto

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here