Pagelaran Trend Mode Busana 2019 Tampil Gaya Teatrikal

0
337
koleksi busana bramanta wijaya
Bramanta Wijaya dan Koleksi Busananya

Tren mode busana 2019 tampil dalam pagelaran yang diinisiasi oleh Indonesia Fashion Chamber (IFC). Acara berlangsung dua hari bertajuk Media Viewing Trend (MVT) 2019 menyuguhkan karya 16 desainer Tanah Air. Parade mode busana kali ini digelar dalam gaya teatrikal. Meski tampil pada sebuah panggung ukurannya tidak terlalu besar, namun gelar busana kali ini terasa beda dari pertunjukan fesyen biasanya.

Gelar mode bertujuan memperkenalkan perkembangan tren fesyen di Indonesia pada 2019. Selain mengusung kekuatan konten lokal, parade trend busana di Indonesia juga diharapkan bisa menginspirasi fesyen global. Seiring dengan tujuan menjadikan Indonesia sebagai sentra mode dunia pada 2025.

Desainer Irna Mutiara melalui label Irna La Perle menampilkan tema Orgues, yang berarti organ tubuh, diterjemahkan pada detail dan siluet busana longgar yang tampil feminin, cantik dan elegan. Koleksi Irna La Perle menggunakan bahan lembut antara lain organza dan sifon dalam warna-warna pucat dan putih.

Irna La Perle
Koleksi Busana Irna La Perle

Tema Bohemian hadir pada koleksi desainer Dani Paraswati melalui labelnya Danique. Gaya bohemian diterjemahkan pada busana siluet longgar dengan menggunakan kain batik motif semi tribal dan bunga-bunga bernuansa warna lavender.

Desainer Devy Ros menampilkan tema Illuminated, melalui koleksi busana yang didominasi warna nude dan hitam yang coba menterjemahkan adanya cahaya dari sisi-sisi kegelapan. Menggunakan bahan lace dengan detail aplikasi manik-manik yang terkesan mewah pada koleksi busana model see through dresses tampak seksi.

Label DVK menampilkan koleksi ready to wear yang berkonsep urban dan dinamis dalam balutan warna hitam, putih dan aksen abu-abu. Busana bersiluet H dan A menggunakan bahan linen, dengan detail aplikasi kantong dan zipper, yang menegaskan kesan feminin namun sporty.

Koleksi Busana Devy Ros
Koleksi Busana Devy Ros

Bramanta Wijaya memamerkan koleksi ready to wear tema Etoile yang dalam bahasa Perancis berarti sebentuk bintang yang bercahaya. Ciri khas koleksinya simpel namun tidak polos, tampil chic dan feminin melalui permainan custom embroidery lace dengan aksen sepuhan emas muda. Aplikasi detail menggunakan mutiara dan kristal seakan menterjemahkan konsep bias cahaya bintang  yang mempercantik siluet busana longgar dan rok lipit dalam deretan koleksi warna navy blue, hitam, dusty pink, dan nude.

Terinspirasi dari biota laut Jelly Fish desainer Chistine Wibowo mengusung tema Meduses, menggunakan bahan lace, siffon, organza yang lembut dan ringan melayang diwujudkan pada gaun koktail bertumpuk dan penuh lipit yang didominasi warna pusat dan abu-abu.

Tema Rebellion hadir melalui koleksi desainer Fomalhaut Zamel yang banyak menggunakan kain tenun dari Sumatera Barat tempat asalnya.  Gaun panjang disertai jubah dan bolero panjang dalam warna-warna cokelat bata, keemasan, dan abu-abu, menjadi kekuatan yang dominan koleksinya.

Teks : Dwi Ani Parwati
Foto : Dwi Ani Parwati & Dok. IFC

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here