Kolaborasi Burgonians dan Ali Charisma Meriahkan Hari Terakhir JFW 2018

0
215
Jakarta Fashion Week 2018
Dok. JFW 2018

JAKARTA Fashion Week 2018 bukan hanya menjadi ‘panggung’ bagi desainer ternama untuk menunjukan koleksi terbaru mereka. Dalam perhelatan mode terbesar di Asia Tenggara ini pula desainer muda diberi tempat untuk turut menunjukan karya terbaik mereka.

Seperti enam Burgonians (sebutan untuk siswa-siswi dari Istituto di Moda Burgo Indonesia) yang kembali berpartisipasi dalam Jakarta Fashion Week 2018, Jumat (27/10). Keenam desainer muda tersebut diantaranya adalah Raegita Zoro, Eleska Paradis, Jessica Welia Halim, Julianto, serta Rilya Krisnawati.

Salah satu keistimewaan dalam pertunjukan ini adalah Istituto di Moda Burgo Indonesia berkolaborasi dengan desainer yang juga Pendiri dan Ketua Indonesia Fashion Chamber, Ali Charisma. Selain didapuk sebagai mentor bagi enam Burgonians yang akan tampil di JFW 2018, Ali Charisma pun turut menjadi pembuka fashion show.

Sebagai pembuka show, Ali Charisma terinspirasi dari wanita urban masa kini sehingga ingin menawarkan busana  menyeimbangkan teknologi dan feminitas. Busana dengan warna-warna feminin seperti dusty pink, biru, abu-abu, dan ungu terlihat apik dengan padu padan bahan tulle, lace, dan material kulit.

Setelah karya dari Ali Charisma, satu per satu model pun kembali muncul membawakan koleksi rancangan label RAEGITAZORO bertajuk Re-belliouZ. Koleksi yang terinspirasi dari budaya Sisingaan ini dirancang oleh Raegita Zoro melalui koleksi sporty dengan detail-detail bernafaskan punk seperti rantai dan spike studs.

Sequence ketiga diisi oleh kolaborasi antara dua Burgonians; Eleska Paradis melalui label busana PADI dan label tas tangan berbahan material eksotis, KYRA. Eleska Paradis menggunakan warna-warna vibrant dan aplikasi tekstur kawung pada rangkaian busana berkekuatan struktural. Sedangkan KYRA menawarkan koleksi tas tangan multifungsi yang terinspirasi dari kemewahan wanita aristokrat era Renaissance.

Label demi-couture JWH melanjutkan parade busana dengan koleksi “The Empress”. Melalui visi sang desainer Jessica Welia Halim, imaji akan sosok Ratu Victoria yang terkenal kuat dan berani pada masa pemerintahannya ditampilkan mengenakan kain songket Palembang.

Untuk koleksi perdananya “Rajah”, desainer  Rilya Krisnawati melalui label perhiasan “JUMPANONA” membawa budaya Dayaq dari Malinau, Kalimantan ke atas panggung Jakarta Fashion Week 2018. Rajah atau seni tato Dayaq diintepretasikan dalam eksplorasi bentuk dan tekstur logam kuningan bersenyawa etnik namun tidak terkesan tua.

Julianto menutup rangkaian acara dengan koleksi “Embrace” yang terinspirasi dari kelembutan nan misterius pegunungan Bromo. Aneka busana pesta hingga gaun malam beraksen payet yang teksturnya menyerupai struktur kabut hingga retakan gunung digagaskan melalui penggunaan kain ringan dengan palet warna-warna pastel.(*)

INTAN WIDIASTUTI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here