Buku Terbaru Desainer Lenny Agustin Blak-Blakan Soal Karir dan Keluarga

0
336
The Story of Lenny Agustin, In Between Colors

Ini adalah buku kedua tentang Lenny Agustin. Desainer yang tampil ikonik dengan potongan rambut pendek bercat warna-warni ini meluncurkan buku bertajuk The Story of Lenny Agustin, In Between Colors.

Beda dengan buku pertamanya, Fashion is My Playground, yang lebih menampilkan ragam konsep rancangan, proses pembuatan, hingga hasil akhirnya berupa koleksi busana rancangannya; di buku kedua ini lebih menggambarkan sisi-sisi ‘lain’ yang belum terungkap dari Lenny Agustin. Mulai dari sepak terjang dan tantangan beratnya dalam meniti perjalanan dan berkarir di dunia fashion designer, maupun membina rumahtangga serta kehidupan pribadi dan keluarganya.

Membaca buku ini serasa kita sedang diajak ngobrol dan bercakap-cakap ‘lebih dekat’ dengan perempuan mungil yang bicara dengan gayanya terbuka, tanpa berbasa-basi ini. Boleh dibilang, di buku ini Lenny secara ‘blak-blakan’ menceritakan perihal siapa dan bagaimana dirinya. Tentang karir, gemerlap dan penuh tantangan dunia fashion Indonesia, juga diri pribadinya.

Meniti karir dari bawah, sepak terjang meraih mimpinya sebagai fashion designer, sekaligus pergulatan membangun kehidupan rumahtangga bersama suaminya. Sebagai seorang istri yang juga ibu dari seorang putra dan dua putri yang telah beranjak remaja. Semuanya disampaikan dengan gaya bahasa tutur lugas, sederhana, bersahaja. Khas sesuai pribadi Lenny. Tanpa perlu menyisipkan teori-teori yang sulit dipahami. Itulah karakter pribadi Lenny.

Pendobrak, Namun Juga Tunduk

Seakan dua karakter berbeda. Namun bisa menyatu dan ‘berkompromi’ dalam pribadi Lenny. Di balik rambutnya yang menyala, di balik desain fashionnya yang funky, chic, mendobrak pakem-pakem ‘tradisional’ namun mampu melahirkan kreativitas tanpa batas, kontoversial, dan riang gembira, tetap ada karakter Lenny yang tunduk sepenuhnya pada nilai-nilai keluarga.

‘’Ibuku dari dulu melarang aku pacaran dengan cowok bermobil. Takut nanti kenapa-kenapa. Aku yakin bahwa ibuku bermaksud baik, alhasil demi ngikutin nasihat ibu, aku sekalian aja cari pacar yang nggak punya mobil,’’ ungkap Lenny tertawa renyah.

Itu baru sekelumit kisah Lenny pribadi bagaimana ia tunduk menjunjung nilai-nilai orangtua dan keluarga. Pun halnya ketika Lenny bersama suaminya, dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai pada ketiga anaknya. Memberi kebebasan kepada putra-putinya dalam nenentukan pilihan, menjalin komunikasi terbuka, dan tetap dalam pengawasan. ‘’Berikan kemandirian pada pribadi-pribadi anak-anak kita. Itu yang saya pegang teguh bersama suami,’’ ungkap Lenny yang ‘mengunci’ hari minggu khusus untuk waktu keluarga.

Kisah Lenny dalam berjuang selama 15 tahun meniti karir sebagai fashion designer pun tak kalah seru diungkap dalam buku ini.  Menjalani peran sebagai istri, ibu rumah tangga yang harus mengasuh bayi, dan mahasiswa yang punya mimpi besar menjadi fashion designer bukanlah perkara mudah. Dukungan dari sang suami Lenny yang tak surut dalam berjibaku dengan bisnisnya. Merupakan bagian perjalanan yang tak terpisahkan dari keberhasilan Lenny yang kini memikliki brand Lennor dan Lenny Agustin ini.

Maka, sudah selayaknya jika di halaman ke delapan dari buku ini Lenny secara khusus memberi highlight  bahwa; ‘’Buku ini aku dedikasikan untuk semua wanita yang mau menjalani mimpinya dan semua pria yang mendukung wanitanya’’.

Ya. Setuju. Kisah Lenny Agustin dalam buku setebal 102 halaman yang ditulis oleh Eko Wustuk ini, akan membuka mata kita, bahwa peremuan Indonesia tidak perlu memilih antara dunia profesional dan kehidupan rumah tangga. Mereka boleh dan memang bisa menjalani keduanya.

Teks: Dwi Ani Parwati

Foto: Ronald Holoang/Dok. Lenny Agustin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here