Wow! Pesona Batik Lahirkan Kolaborasi Lagu Batik Menawan Ini

0
7
Foto: kvitlandmusic

Pesona batik sudah menularkan keunikannya hingga ke luar negeri. Setidaknya itu yang dialami musisi asal Norwegia, Kvitland, yang menciptakan lagu “Batik Friday.” Sekaligus menggandeng pemain biola negeri ini, Maylaffayza.

Batik memang jadi identitas negeri ini yang sangat unik. Bahkan kita bisa bilang kalau ‘Batik adalah Indonesia banget!’

Pakaian yang bermotif garis, kadang kotak persegi, kadang perpaduan grafis bulat dan lonjong ini memang sudah menjadi pakaian khas kebanggaan nusantara. Bahkan tiap-tiap daerah nusantara ini memiliki batik khasnya sendiri-sendiri.

Kekhasan batik ini hingga memesona orang di luar nusantara, salah satunya musisi asal Norwegia, Kvitland. Bagi Kvitland, batik adalah sesuatu yang unik dan menyenangkan untuk dipakai.

Baca juga: Punya Kain Batik? Contek Inspirasi Gaya Busana Batik Kekinian Ini!

Saking terpesonanya dengan batik, Kvitland sampai menciptakan lagu Batik Friday yang dibawakannya dengan menawan, dan tentunya nggak sendirian. Ada pemain biola negeri ini yang bekerjasama dengannya, Maylaffayza.

Sebenarnya Kvitland sendiri bisa dibilang memang tertarik dengan Indonesia secara keseluruhan. Karena sebelumnya pria bernama lengkap Audun Kvitland Rostad, sudah menciptakan lagu-lagu yang menceritakan tentang Indonesia. Seperti lagu Nasi Padang dan West Sumatera.

Audun sendiri baru pertamakali mengunjungi Indonesia saat Juli 2016. Ia sempat berkunjung ke Flores, Lombok, Bali, Yogyakarta dan Jakarta. Nah, pas di Jakarta lah ia menikmati nasi padang.

Kembali lagi ke karyanya Batik Friday, Audun sendiri mengunggah videoklipnya di pekan pertama Oktober 2018. Tak tanggung-tanggung, Audun juga memakai kemeja batik bermotif hijau, biru dan kuning.

Baca juga: Ragam Motif Batik Parang yang Penuh Makna Mendalam

Liriknya sendiri berkisah tentang seseorang yang merasa hari-harinya kelabu dan bete-in tapi begitu tiba di Jumat, dirinya jadi senang bukan-kepalang, apalagi kalau bukan itulah hari dimana dirinya mengenakan baju batik.

Bagi Audun, batik itu sangat beragam, tapi serunya dirinya menemukan adanya pola dan simbol yang sama. Dan pria berusia 30-an ini menangkap esensi batik, dengan memakai batik berarti punya semangat keberagaman.

Bagaimana menurut Fayza (panggilan Maylaffayza) sendiri?

“Bagi saya, hal ini sangat menyentuh, apalagi berasal dari warga negara lain,” ujarnya.

Bagaimana  dengan kamu? Bangga dan senang nggak pas memakai batik – di tiap Jumat? Atau malah ingin pakai batik setiap hari?

 

 

O.J.

Berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here