Meluncurkan Fersoen, Ferry Sunarto Ingin Kain Indonesia Lebih Diminati

0
923
Fersoen by Ferry Sunarto
Foto: Dok. Mahligai Indonesia/ Elsa

Tampil sebagai desainer senior dan berbakat Indonesia, Ferry Sunarto kembali mengeluarkan karya terbaru dalam Fersoen by Fery Sunarto yang diperagakan pada sebuah privat fashion show, Minggu (11/6) di Raffles Hotel Jakarta. Kain wastra Indonesia tetap menjadi ornamen berharga yang kembali dikembangkan menjadi pakaian ready to wear yang modern dan kekinian.

“Kita punya kewajiban untuk mengangkat budaya Indonesia. Misalnya kain wastra Indonesia yang bukan hanya harus dilestarikan tetapi dikembangkan menjadi busana kekinian,” ujar Ferry Sunarto saat diwawancara setelah show berlangsung.

Dengan iringan permainan biola yang apik dari violist asal Rusia, German Dmitriev, sebanyak 16 busana diperlihatkan pada acara tersebut, dua diantaranya busana wanita. Tidak lupa keindahan ragam aksesori dari Adelle Jewellery menambah kesan modern, elegan dan cantik pada busana yang ditampilkan.

Mengenalkan Kekayaan Kain Wastra Indonesia pada Dunia

Jika sebelumnya Ferry Sunarto identik dengan kebaya, busana ready to wear menjadi pilihannya kali ini agar kain-kain Indonesia bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas. Jadi, Ferry Sunarto ingin membuang paradigma yang mengatakan kain-kain tradisional Indonesia sebagai busana yang norak dan kuno. Tidak hanya berupa pakaian pria dan wanita, Fersoen juga akan menghadirkan berbagai macam merchendise dam busana muslim.

Ferry Sunarto pun berpikir, bahwa kain wastra Indonesia juga layak disejajarkan dengan busana nasional dari negeri lain, seperti kimono dari Jepang, cheongsam dari Tiongkok atau hammock dari Korea. Dia optimis jika kain wastra Indonesia juga bisa menjadi idola bagi kalangan Internasional. Sebagai langkah nyata, Ferry Sunarto kembali menjadi wakil Indonesia dalam sebuah perhelatan fashion show di Moscow pada 4 – 6 Agustus 2017.

Logo Baru Semangat yang Sama

Tampil dengan logo baru, Ferry Soenarto tetap menyematkan burung Merak sebagai inspirasinya. Menurutnya, ekor burung merak yang indah dan berwarna-warni sangat mengambarkan kain wastra Indonesia yang kaya dan juga indah.

ELSA FATURAHMAH

LEAVE A REPLY