Ini Dia! Cara Kuno Mengawetkan Makanan di Negeri Nusantara

0
47

Menu makanan nusantara itu enak-enak. Tapi sebenarnya bagaimana cara mengawetkan makanan di Negeri Nusantara ini?

Siapa sangka kalau memasak makanan jadi satu cara untuk mengawetkan makanan?

Ya, api memang menjadi salah satu usaha manusia untuk mencegah makanan jadi busuk. Tapi mengawetkan makanan tak hanya dengan memasaknya saja, ada cara-cara lain.

Seperti: dijemur, disalai, diasinkan dan dibumbui.

Deretan cara kuno tersebut memang sudah dilakukan sejak era neolitik, yang lalu berlanjut pada masa Hindu-Budha.

Jangan salah, beberapa makanan yang diawetkan itu disebut dalam beberapa prasasti, terutama di prasasti dari masa Jawa Kuno.

Sebut saja Prasasti Taji (901) menyebutkan tentang bagaimana makanan diproses dengan cara diasinkan. Lalu juga menyebutkan bagaimana cara daging asin yang dikeringkan.

Sedangkan bagaimana ikan-ikan bisa menjadi makanan seperti dendeng kakap, dendeng bawal, ikan asin kembung, ikan layar atau pari, udang, hala-hala dan telur, bisa diasinkan dan menjadi makanan, disebut dalam Prasasti Panggumulan I (902).

Kesemuanya itu dijelaskan peneliti dari Balai Arkeologi Medan, Churmatin Nasoichah, dalam “Pengawetan Makanan: Upaya Manusia dalam Mempertahankan Kualitas Makanan (Berdasarkan Data Prasasti Masa Jawa Kuno)” yang diterbitkan dalam Jejak Pangan dalam Arkeologi.

 

Dikeringkan

Mengenai makanan yang diawetkan dengan cara dikeringkan, Prasasti Sangguran (928) menyebutkannya sehubungan dengan telur yang dikeringkan.

Jangan salah, telur yang dikeringkan dan daging asin juga eksis di masa Jawa Kuno dulu. Itu disebut dalam Prasasti Jeru-Jeru (930), Prasasti Alasantan (939) dan Prasasti Paradah II (943).

Asal tahu saja, proses pengawetan makanan di Jaman Jawa Kuno dulu masih tergantung pada alam.

Jenis-jenis makanan yang diawetkan adalah ikan. Seperti ikan kakap, ikan duri, ikan kembung, ikan pari, layar, gabus, dan jenis makanan lain seperti daging hanan dan telur.

Semua itu seringkali diproses dengan cara dikeringkan.

Bagaimana dengan makanan yang diasinkan?

Yang diasinkan adalah ikan-ikanan dan daging.

Oh ya, ikan yang dikeringkan biasanya disebut dengan istilah ‘grih’, ‘ikan asin’ atau géreh dalam bahasa Jawa. Demikian keterangan dari Churmatin sesuai yang dilansir dari Historia.id.

 

Pengasapan

Ini jadi salah satu cara pengawetan makanan dengan cara lain. Cara ini sering dipakai untuk mengawetkan daging.

Sayangnya, data prasasti hanya sedikit tentang cara pengasapan makanan ini.

Teknik pengasapannya pun tak banyak berubah dan tekniknya cenderung didapat secara tak sengaja.

Ya, apalagi kalau bukan menurut dengan kondisi cuaca yang ada.

Karena pada saat musim panas, manusia dulu tentunya mengawetkan daging dan ikan dengan cara dikeringkan di bawah sinar matahari.

Saat musim hujan dan musim dingin, cara mengawetkan berubah, apalagi kalau bukan dengan bantuan api.

 

Baca Asyik! Kulik-Kulik Nikmat Pedasnya Sambal Matah

 

Gara-gara mengawetkan dengan cara dibakar itu, teknik pengasapan pun terjadi.

Sesuai dengan jalannya waktu, teknik pengasapan jadi populer dan produk ikan dan daging asap pun jadi ngetop. Apalagi kalau bukan rasa dan aroma yang dihasilkan proses tersebut bikin warna dan tekstur jadi yang dituju sebagai ciri.

Menurut Churmatin, dengan pengasapan, makanan jadi berwarna coklat dan hitam tapi tekstur ikan dan daging jadi punya aroma dan enak disantap. Demikian menurut Historia.id.

 

 

OJ

Foto: Pixabay

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here