Mengenal Lebih Dekat Ghea Panggabean ‘Si Ratu Jumputan’

0
396
Ghea Panggabean
Ghea Panggabean (Kiri) saat berbincang di acara Talkshow "Kenal Lebih Dekat Ghea Panggabean" di Alun Alun Indonesia, Grand Indonesia, Rabu, (14/12) - Dok. Alun Alun Indonesia

NAMA Ghea Panggabean sudah tak asing lagi sebagai salah satu desainer yang diperhitungkan dalam dunia fashion tanah air hingga mancanegara. Berkarir hampir 35 tahun di industri fashion, Ghea terkenal dengan ciri khas koleksinya yang membawa unsur etnik menjadi sebuah gaya busana modern nan kekinian.

Dalam acara Talkshow bertajuk “Kenal Lebih Dekat dengan Ghea Panggabean” yang digelar kemarin di Alun Alun Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta, Ghea pun bercerita seputar karirnya yang mulai dirintis sejak tahun 80-an. Kala itu, Ghea melihat bahwa industri fashion tanah air yang belum banyak dikenal masyarakat. “Orang-orang hanya melihat profesi desainer sebatas sebagai tukang jahit,” ujar Ghea.

kain-jumputanHingga pada akhirnya, Ghea melakukan gebrakan dengan mengeksplor kain jumputan asal Palembang menjadi koleksi mahakarya yang disukai orang. Alhasil pada tahun 1987, Ghea dianugerahi Aparel Award sebagai Indonesia’s Best to Wear Designer, Best of ASEAN Designers Award di Singapura, dan masuk dalam daftar 10 desainer terbaik di ASEAN. Tak ayal, banyak yang menyebut Ghea sebagai Ratu Jumputan.

Ditemui usai acara, Ghea bercerita bahwa kerja keras-lah yang membawanya tetap eksis selama hampir 35 tahun di dunia fashion tanah air. “Sebetulnya cape, tapi karena saya mencintai pekerjaan ini, itu tidak saya rasakan,” tutur Ghea.

Koleksi Tableware dan busana Ghea Panggabean - Dok. Pribadi
Koleksi Tableware dan busana Ghea Panggabean – Dok. Pribadi

Kini, Ghea juga merasa sudah banyak impiannya yang telah tercapai selama berkarir. Salah satunya ialah dengan ber-kreasi menciptakan produk tableware yang tetap mengedepankan unsur khas Indonesia. Beberapa koleksi tableware Ghea Panggabean diantaranya ialah Pelangi Palembang (2010), Romantic Peranakan (2012) dan Songket Palembang (2014)*

 

INTAN WIDIASTUTI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here