Origindiversity di Jakarta Fashion Week 2018: Keunikan Tradisi dalam Busana Modern Urban

0
184
Origindiversity - JFW 2018
Para desainer (kiri ke kanan) Luthfi Madjid, Yogiswari Pradjanti, dan Sugeng Waskito - Foto: Dok. Bella Donna/ Elsa Faturahmah

Berpadu dalam sebuah tema besar bertajuk Origindiversity, tiga label yang terdiri dari Avenue A, Yogiswari Pradjanti, dan Gee Batik menampilkan ragam karya terbaiknya dalam ajang Jakarta Fashion Week 2018 di Fashion Tent pada Minggu, (22/10/2018).

Avenue A digolongkan ke dalam rancangan yang mengandalkan kekuatan konstruksi pakaian, teknik jahit, serta detail tanpa mengaplikasikan unsur dekoratif seperti renda, payet, kristal atau manik-manik. Luthfi Madjid, selaku perancang mengaku, ingin memberikan kenyamanan dalam keseharian para pemakainya.

Sebanyak dua puluh lima set koleksi ready to wear Ode to the Earth ini terinspirasi dari warna-warna alam yang kerap terekam dalam penglihatan sang perancang yang kini menetapkan untuk berkarya satu tahun kedepan di Indonesia setelah selama dua puluh tahun bermukim di New York.

“Koleksi kali ini menggunakan warna-warna yang sedikit cerah, ada hijau, biru, warna tanah dan putih. Namun ada beberapa yang berwarna cerah seperti warna neon,” tutur Luthfi.

Origindiversity - JFW 2018
Foto: Tim Muara Bagdja

Luthfi juga mengatakan, karya-karyanya ini berusaha membongkar kelaziman pakaian sehari-hari, yakni dengan mengaplikasikan cutting yang sedikit ‘nyeleneh’, misalnya terlihat dari desain kemeja dengan susunan kancing yang tidak simetris dan diletakkan di bagian belakang.

Keunikan lainnya terlihat dari rancangan Yogiswari Pradjanti yang mengaplikasikan ilustrasi dua dimensi secara digital multi warna di atas bahan polister dan katun. Gambar-gambar berkarakter ini bertutur tentang kegiatan para ibu muda perkotaan yang senang travelling, mandiri, penyayang binatang namun tetap menggambarkan karakter wanita Indonesia.

“Karakter dari tiap wanita yang saya gambar sangat menampilkan karakter dari wanita Indonesia, misalnya pakai konde, kebaya, rok panjang dan lain-lain. Karakter yang di gambar pun berbeda-beda dalam satu koleksi. Semua ilustrasinya saya desain sendiri,” kata Yogis selaku perancang sekaligus owner Yogiswari Pradjanti.

Origindiversity - JFW 2018
Foto: Tim Muara Bagdja

Sebanyak 16 koleksi pakaian wanita bertema Cerita Para Nyonyah ini menggambarkan aura cantik yang santai dan kasual. Yogis juga menginginkan pancaran kebahagiaan dari setiap koleksinya. Seperti yang dia katakan, “Saya ingin setiap orang yang melihat pakaian saya akan merasa senang dan ceria.”

Sebagai penutup yang tak kalah mengagumkan, Gee Batik dengan koleksi Aksara-nya mengangkat kearifan batik Indonesia dengan tampilan yang modern berupa gaun malam bersiluet A-line dan terusan tent. Peleburan motif klasik dan kontemporer di atas warna gelap memberikan kesan elegan yang menawan.

Origindiversity - JFW 2018
Foto: Tim Muara Bagdja

“Saya memilih material batik karena saya tidak hanya ingin membuat suatu rancangan dari model bajunya saja tapi sekaligus materialnya. Rasanya akan beda menampilkan sesuatu rancangan keseluruhan berasal dari ide sendiri, yang merupakan upaya saya dalam melestarikan budaya, dan menunjukkan bahwa batik bisa ditampilkan dalam bentuk yang beda,” pungkas Sugeng Waskito selaku perancang dari Gee Batik.

Teks: Elsa Faturahmah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here