Menikmati Scarf Hijab Kolaborasi Katonvie X Itang Yunasz

0
16

Apa yang terjadi jika sebuah merek selendang segi empat khusus scarf hijab berpadu dengan maestro busana modest?

Itu yang terjadi. Katonvie sebagai brand scarf hijab yang bisa dikenakan bolak-balik berkolaborasi dengan Itang Yunasz, sang maestro desainer.yang memiliki line busana seperti ‘Itang Yunasz’, ‘Allea’ dan ‘Kamilaa’.

Kolaborasi ini dilakukan demi memperkaya ragam dan penampilan scarf hijab yang nantinya tak hanya mempercantik tapi juga memperkaya khazanah busana muslimah.

Tentunya motif scarf hijab yang disajikan via kolaborasi ini punya corak dan motif tersendiri yang sangat Indonesia banget. Apalagi kalau bukan corak dan motif kain dari negeri ini sendiri, yang membujur dari Aceh hingga Papua.

Di tangan Itang, motif-motif yang disemat pada berbagai rupa desain scarf akan terlihat modern dan glamor.

Secara khusus Itang senang dengan kolaborasinya dengan Katonvie. Karena menurutnya ada,” … keunikan dan tawaran baru memperkaya penampilan berjilbab, justru dengan memangkas jumlah lembar scarf hijab.” Demikian Itang.

Hal itu sudah termasuk penerapan dari sustainable fashion.

Apa yang membedakan hijab Katonvie dengan hijab-hijab lainnya?

Viscose, jawabnya. Ya, Katonvie memakai bahan berkualitas prima tersebut, mengingat strukturnya yang lebih tebal tapi justru adem saat dikenakan.

Terhitung ada delapan koleksi yang diperkenalkan. Terdiri dari empat corak dan warna yang kesemuanya punya motif yang terinspirasi warna pekat dan glamor khas Sumatra, seperti merah, biru, coklat dan hijau.

Sedangkan empat lainnya sangat nusantara sekali karena terilhami Tanah Jawa.

Alhasil motif bunga, corak batik tapi lembut dengan warna pucat, seperti hijau muda, tobacco, seladon Chinese dan merah muda, menjadi sajian desainnya.

Oh ya, Katonvie sendiri selain punya ciri khas desain hijab di atas, merek yang dikomandoi Anthony Lim sebagai CEO, ini memakai teknologi cetak saring di dua sisi bahannya.

Tentu saja hasilnya pun berbeda, hasilnya adalah scarf dengan motif sama yang presisi di bagian baliknya dengan pilihan warna yang berbeda. So, scarf ini bisa dipakai bolak-balik tanpa harus khawatir terlihat dipakai terbalik. Ini keunggulan Katonvie.

Ya, teknologi tersebut dikenal dengan nama duplex. Dan penemu metode tersebut tak lain tak bukan adalah Hermawan Lim yang adalah ayah Anthony.

Nama ‘Katonvie’ sendiri punya filosofi, karena nama tersebut adalah penggalan dari ‘katon’ yang dalam bahasa Jawa berarti ‘kelihatan’ atau ‘appear’ dan ‘vie’ yang dalam bahasa Perancis berarti ‘hidup’.

Secara keseluruhan Katonvie menjelaskan eksistensinya sebagai merek scarf duplex dapat terus hidup.

Oh ya, delapan motif koleksi kolaborasi Katonvie X Itang Yunasz sendiri sudah diluncurkan via momen digital soft launching, Selaksa Sarimbit Nusa.

Menawan?

Tentu saja.

 

 

 

OJ

Foto: Tim Muara Bagdja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here