Trendology dalam Fashion Show Pembuka JFFF ke-14 2017

0
38
Trendology dalam Fashion Show Pembuka JFFF ke-14 2017
Para desainer dan model seusai acara Fashion Show Pembuka berakhir, Selasa (18/4).

Trendology kembali hadir sembagai pembuka rangkaian fashion show Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) 2017 di Ballroom Harris Hotel & Convention Center, Selasa (18/4). Sebagai bentuk kerjasama antara JFFF dan Studio One ini, Trendology menyuguhkan rancangan ready to wear hasil kreativitas dan inovasi para desainer muda Tanah Air dengan sentuhan tradisi, serta tren terkini.

Sebanyak empat desainer dan brand ternama bergabung untuk mempertunjukkan koleksi busana dengan karakteristik kekinian namun juga kental dengan bahan-bahan khas nusantara. Desainer tersebut adalah Natalia Kiantoro, Purana by Nonita Respati, Opi Bachtiar dan Barli Asmara.

Terinspirasi dari ide gerakan seni ekspresionisme, Natalia Kiantoro mengusung tema “State of Mind”, di mana pengalaman emosional dan bukan semata-semata realitas fisik merupakan makna yang ingin diekspresikan dalam koleksinya. Tampak potongan-potongan laser cut menjadi ciri khas dari seluruh rancangannya.

Selanjutnya, palet ragam flora gurun pasir serta paparan warna dan goresan sederhana lukisan kaum Aborigin berusia ratusan tahun dalam gua di Uluru, wilayah utara Australia, menjadi inspirasi koleksi Purana. Hadir elemen seperti easy-wear kimono, wide pants, outerwear, sizeable dan sederet all-size dress basic dalam esensi wearable dan mudah dicerna dengan twist yang edgy. Tidak hanya itu, tampilan topi lebar rajut bambu, aksesori penuh warna dari Mossicot dan sepatu sporty dari Marnova melengkapi total look koleksi Purana Fall/ Winter 2017.

Sedangkan Opi Bachtiar mencoba merepresentasikan wanita kosmopolitan yang kuat dengan napas spirit hippie dalam rancangannya yang bertajuk “Kozmic”. Tema tersebut terinspirasi dari rasa damai, cinta, semangat kebebasan dalam suasana hiruk pikuk kota besar, namun pada waktu bersamaan rileks dan menakjubkan dengan gaya ekletik. Wujud busana yang ditampilkan berupa loose, berbentuk seperti saputangan, serta bagian bawah yang didominasi penggunaan bahan katun, wooly crepe, katun linen dan tulle dots.

Desainer terakhir, yang juga sedang menjadi sorotan masyarakat negeri ini, Barli Asmara mencoba megulik apa yang bisa ditampilkan dari kain tenun khas Jambi. Perpaduan antara desain yang modern dan edgy menghasilkan rancangan busana wanita dengan sentuhan klasik dan sophisticated.

Acara fashion show pembuka kali ini dipandang sangat istimewa, karena untuk pertama kalinya tampil peragaan busana dengan iringan Live DJ music performance di JFFF. Selain peragaan busana, diumumkan pula para pemenang Gading Model Search dan Next Young Promising Designer kepada khalayak.

JFFF 2017 masih akan berlangsung hingga tanggal 7 Mei mendatang di Summarecon Kelapa Gading dengan dua rangkaian acara, yakni Fashion Festival dan Food Festival.

ELSA FATURAHMAH

LEAVE A REPLY