Sajian ‘Singularity’ Jakarta Fashion Trend 2019 dari Para Desainer IFC Jakarta Chapter

0
85
Foto: dok. Mahligai Indonesia

Karya fashion memang tak akan pernah mati. Buktinya, Indonesian Fashion Chamber muncul dengan presentasi Trend Fashion 2019

 

Jakarta memang akan selalu tetap jadi sorotan bagi kota-kota lain di Indonesia, khususnya untuk fashion. Tak heran jika momen Jakarta Fashion Trend ditujukan untuk memperkuat potensi tersebut dan industri fashion skala nasional sekaligus peta internasional.

8 November 2018 pun menjadi tonggak hadirnya Jakarta Fashion Trend 2019, bertempat di Gran Melia Hotel Jakarta. Tema ‘Singularity’ pun diusung yang diluapkan dalam deretan koleksi tren 2019 karya para desainer dari Indonesian Fashion Chamber Jakarta Chapter (IFC – Jakarta Chapter).

Ketua Indonesian Fashion Chamber Jakarta Chapter, Hannie Hananto, mengatakan,”Jakarta diharapkan menjadi pusat fashion, untuk itu kita harus menciptakan dan mensosialisasikan tren. Event seperti Jakarta Fashion Trend hadir agar publik bisa melihat bagaimana tren fashion yang akan muncul digelar (sebut saja Indonesia Trend Forecasting).”

Untuk itu sederet desainer IFC – Jakarta Chapter yang sudah punya brand ready to wear dan bisnis ritel hadir dalam momen ini. Sebut saja Raegita Zoro, 2Pose by Monika Jufry, Anemone by Hannie Hananto, Eugene Effectess, Lisa Fitria, KULTURA by Barlan & Gita, Fitri Aulia, Najua Yanti, Priscilla, #MARKAMARIE, KHANAAN, Lisa Mustafa, Novita Yunus, JSL LeViCo by Justina Josepha, Ichwan Thoha dan Lenny Agustin.

Tak hanya itu, hadir pula desainer tamu seperti Itang Yunasz dengan Allea dan Ali Charisma.

Gelaran koleksi ready to wear memang menjadi sesuatu yang lebih menawan disajikan. Alhasil dalam kategori busana muslim dan konvensional berhasil menjadi deretan koleksi yang menawan mata.

Kesemuanya itu diaplikasi ke dalam empat tema dari Indonesia Trend Forecasting 2019/2020 itu sendiri, seperti Svarga, Exuberant, Neo Medieval dan Cortex. Tentu saja mengangkat konten lokal yang kuat dan bisa melebur dengan tren global.

Jakarta Fashion Trend 2019 sendiri tak sendirian untuk menyajikan tema ‘Singularity’ karena tema ini sendiri adalah hasil riset kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan tim dari Indonesia Trend Forecasting.

BEKRAF sendiri rutin memberi sosialisasi baik dalam rupa seminar dan workshop sehubungan dengan pengaplikasian prediksi tren. Dengan begitu hasil riset forecasting 2019/2020: Singularity ini bisa tersebar merata dan juga memberi dampak ke bisnis fashion. Demikian Abdur Rohim Boy Berawi, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF.

Selain didukung BEKRAF, Jakarta Fashion Trend 2019 juga didukung Sariayu sebagai Official Make Up dan Hair Do, Bluebird, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Barat, Galeri Batik Destiani, JSL LeViCo, Dekranasda Sulawesi Barat, Dekranasda Maluku Tenggara Barat, Dekranasda Kutai Barat, dan ReBound8.

Kedepannya Jakarta Fashion Trend akan digelar setiap tahun dan menjadi platform yang bisa mengangkat para desainer tanah air – sehingga bisa menggaungkan tren fashion Indonesia ke tingkat global dan menjadi barometer fashion tingkat nasional dan internasional.

 

Orlando

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here