Sebelum Jalan-Jalan ke Kota Tua, Ini Bedanya Sunda Kelapa, Jayakarta dan Batavia

0
21
Foto: bataviastadhuis.blogspot

Batavia yang menjadi sebutan Jakarta dulunya saat era Sumpah Pemuda lahir memang tak bisa dilupa begitu saja. Ada 3 spot khas Batavia yang patut dikunjungi. Apa saja, nih?

 

#1  Sunda Kelapa

Banyak yang mengetahui kalau area di ujung Jakarta Utara ini adalah pelabuhan. Padahal aslinya desa di sekitar areanya menjadi cikal-bakal lahirnya kota Jakarta. Kelahiran kota ini sendiri ditetapkan pada 22 Juni 1527, waktu itu nama aslinya adalah Kalapa. Kalapa sendiri pelabuhan Kerajaan Sunda atau dikenal dengan sebutan lain Kerajaan Pajajaran yang ibukotanya adalah Pakuan Pajajaran (sekarang Bogor).

Menurut sejarah, meski hari lahir Jakarta sudah ditetapkan pada abad ke-16, tapi eksistensi Sunda Kelapa sudah ada dari dulu sejak Kerajaan Tarumanegara, jauh sebelum Kerajaan Pajajaran berkuasa.

Setelah itu Belanda berhasil menguasainya sangat lama, lebih dari 300 tahun. Mereka mengganti namanya tapi pada awal 1970-an, nama ‘Kalapa’ balik lagi dipakai dan menjadi ‘Sunda Kelapa’.

 

Spot wajib kunjungi di Sunda Kelapa:

Museum Bahari adalah museum yang menyajikan sejarah dunia kemaritiman Indonesia yang sekaligus memiliki benda-benda peninggalan sejarah kolonial Belanda lalu.

Galangan Kapal VOC dan gedung-gedung VOC yang sudah direnovasi, yang tentu saja pas sebagai obyek jalan-jalan.

 

Foto: baliandbeyond

 

#2  Jayakarta

Sunda Kelapa sebagai pelabuhan sempat diserang orang Demak pada 1526. Nggak tanggung-tanggung penyerangan tersebut dilakukan Fatahillah, Panglima Perang dari India. Tapi setelah Sunda Kelapa bisa direbut kembali, namanya diganti jadi Jayakarta. Disini Jayakarta dikuasai Banten (terdiri dari orang-orang Demak dan Cirebon) yang telah jadi kesultanan.

Tapi Jayakarta lalu dihancurkan Jan Pieterszoon Coen pada 1619. Ini memukul orang Banten, para pedagang Arab dan Tionghoa hingga bermukim di muara Ciliwung.

 

Baca juga: Kemeriahan Tradisi Perayaan Natal Keturunan Portugis di Kampung Tugu

 

Spot wajib kunjungi:

Ekowisata Ciliwung eksis di daerah Condet, Jakarta Timur. Ekowisata ini sendiri dibangun untuk melestarikan Kali Ciliwung sendiri. Yang menarik, lokasi ekowisata ini menyajikan suasana sejuk pinggir kali yang begitu teduh.

Sesuai kondisi musim, kita bisa menyusuri Kali Ciliwung dengan perahu. Tapi jika air sedang surut, otomatis itu tak bisa dilakukan. Jangan salah, taman bermain ini memiliki permainan Tantangan Berangkai dan Menara Tantangan.

Jadi tak heran kalau sore hari, taman ini ramai dengan kunjungan anak-anak.

Foto: pikiran-rakyat

Baca juga: Ini Dia 5 Fakta Asyik dari Bir Pletok Minuman Tradisional Khas Betawi

 

#3  Batavia

Belanda sendiri memang punya ambisi untuk menguasai Jayakarta. Itu dibuktikan saat Coen menjadi Gubernur Jenderal ia mendirikan bangunan Nassau Huis dan Mauritius Huis, lalu ia membangun tembok tujuh meter, dan menempatkan beberapa meriam. Dari situ ia menyerang Jayakarta dan membumihanguskan keraton dan nyaris seluruh pemukiman penduduk.

Jayakarta pun diubah namanya menjadi Batavia karena Coen tadinya ingin menamakan kota ini Nieuwe Hollandia. Tapi akhirnya dipilih Batavia saja karena untuk mengenang orang Batavia.

 

Jadi sekarang kurang-lebih begitulah kenapa ada nama Sunda Kelapa, Jayakarta dan Batavia yang menjadi sematan Jakarta dulunya.

Siap jalan-jalan di seputaran area Sunda Kelapa?

 

 

 

O.J.

Berbagai Sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here