Siap Icip-Icip Sroto Klamud Asal Purbalingga yang Khas Banget?

0
21

Doyan makan? Doyan soto? Doyan soto tak bermangkok tapi soto bermangkok kelapa muda? Eh, kok ada soto wadahnya kelapa muda? Ya, itulah Sroto Klamud!

Jika kalian sedang liburan atau jalan-jalan ke Purbalingga, tentu saja wisata kuliner kamu tak bakal lengkap jika nggak menyicipi sroto khas Purbalingga satu ini.

Eh, tapi apa itu Sroto Klamud?
Cekidot:

1. Klamud itu …
Ya, kamu pasti mengira ‘klamud’ adalah bahasa Jawa, kan? Hehehe… Salah besar! ‘Klamud’ sebenarnya singkatan dari ‘Kelapa Muda’.
Penambahan ‘klamud’ di sroto jenis ini karena bahan dasar Sroto Klamud adalah kelapa muda!
Wuih, unik, kan?

 

2. Bukan Ketupat tapi …
Kamu pasti langsung kebayang kalau makan sroto khas Purbalingga ini harus pakai nasi atau pastinya ketupat. Hmmm… Ternyata Sroto Klamud itu justru memakai ‘ciwel’ yang mana bahan bukan beras.
Ciwel sendiri adalah jajanan pasar yang berwarna hitam kecoklatan yang terbuat dari tepung singkong yang direndam di air rendaman jerami padi.
Ciwel punya tekstur kenyal, kombinasinya menarik dan khas Purbalingga banget!

 

Baca Keseruan Siapkan Seserahan ala Adat Betawi

 

3. Bihun diganti Kelapa Muda
Beda dengan sroto Purbalingga lainnya, ternyata sroto Klamud ini nggak pakai bihun. Tapi justru menggunakan serutan kelapa muda.
Tepatnya, sebagai pengganti bihun, Sroto Klamud memakai daging kelapa muda yang diserut, lalu ditaburi garam dan dikukus selama 30 menit biar rasa mentahnya hilang.

4. Wadah Batok Kelapa
Pakai mangkuk untuk melahap sroto? Maaf. Nggak perlu. Hehehe! Kenapa?
Karena Sroto Klamud punya kemasan yang beda: wadah batok kelapa beserta serabut-serabutnya!
Duh, jadi asam dong?
Tenang. Meski pakai batok kelapa tapi kuahnya nggak memakai air kelapanya. Jadi batok kelapa murni dipakai sebagai wadah tanpa disertai airnya.
Oh ya, meski begitu wadah batok kelapa ini hanya dipakai sekali saja, sehabis itu dibuang. Jadi nggak dipakai ulang, ya! Hahaha…

5. Harga Ekonomis
Sroto Klamud dengan daging ayam dihargai 18ribu, sedangkan untuk babat atau daging sapi seharga 20 ribu rupiah.
Kalau pakai mangkuk 15 ribu dan sroto original dihargai 10ribu. Asyik, kan?

Siap lahapnya?

 

 

 

 

O.J.
Sumber & Foto: Pesona Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here