Saatnya Kenalan dengan Kupat Glabed Gurih Nyam-Nyam dari Tegal

0
39

Suka banget nggak dengan menu makanan tradisional Negeri Nusantara ini? Sudah coba Kupat Glabed? Yuk, kenalan …

 

Sebelumnya nih, jangan sampai ketukar dengan opor ketupat ayam itu, loh, ya… Karena meski sekilas tampilannya mirip banget dengan hidangan opor, Kupat Glabed yang memang punya kuah warna kuning ini jauh berbeda.

Kupat Glabed sendiri berasal dari Tegal di Jawa Tengah sana. Ya, otomatis menu makanan ini jadi ciri khas milik daerah Tegal.

Lalu kenapa namanya kok ‘Kupat Glabed’? Agak-agak aneh dan unik, nggak, sih?

Nah, cekidot dulu nih poin-poin fakta Kupat Glabed ini:

 

  1. Asal Nama

Dinamakan ‘Kupat Glabed’ karena bahan dasar menu makanan asal Tegal ini dibuat dari kupat alias ketupat yang diiris-iris.

‘Glabed’ sendiri adalah sebutan para warga Tegal karena tekstur kuahnya lengket, kental yang bikin mulut jadi sedep-sedep gimana gituh… Hehehe!

 

Baca Ini 5 Poin Kenapa Harus Icip-Icip Lincah U Groh

 

2. Bedanya dengan Opor

Meski kuah Kupat Glabed mirip banget dengan menu hidangan opor, tapi ada ciri yang bikin Kupat Glabed beda dengan opor.

Apalagi kalau bukan adanya taburan kerupuk kuning di atas Kupat Glabed. Asyiknya lagi, kerupuk Kupat Glabed ini dicampur dengan bawang goreng! Nyeesss kriuk banget deh di mulut…

 

Baca Ah, Mata Dimanja The Blooms Garden Pulau Dewata!

 

3. Bahan Dasar Mudah Dicari

Untuk bikin Kupat Glabed terbilang mudah. Mengingat bahan-bahannya mudah dicari.

Bahan-bahan tersebut adalah rempah-rempah dapur atau empon-empon, garam bawang merah, cabe merah, gula, bawang putih, dan tomat merah.

Seru dan rame, kan!

Nah, biasanya makanan ini disajikan barengan tempe mendoan. Tapi meski disebut sebagai makanan khas Tegal, kita nggak bisa menikmatinya di luar momen Lebaran.

Tapi jangan sedih dulu, ya, mengingat Kupat Glabed juga dijual di tempat-tempat keramaian di Tegal sana.

Misalnya saja di alun-alun atau daerah kabupaten, juga ada di pinggir pantai dan suka ada di pinggir jalan depan rumah.

Harganya?

Cukup rogoh saku saja lima ribu rupiah hingga sepuluh ribu rupiah. Harganya bisa beda-beda karena tergantung dengan menu tambahan yang kita inginkan sebagai campurannya. Misal, ada sate telur puyuh, sate usus, tempe mendoan dan ati ayam.

Siap caplok?

 

 

 

O.J.

Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Foto: kitchenesia/grid.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here