Lima Kuliner Khas Jawa Timur yang Wajib Dicoba

0
20
Rujak Cingur - wikimedia

Kurang lengkap rasanya menyambangi suatu daerah tanpa mencicipi kuliner khasnya. Seperti kuliner khas Jawa Timur berikut ini. Jika kita berbicara Jawa Timur tentu tak bisa terlepas dari bumbu petis. Ya, bumbu yang satu ini amat identik digunakan sebagai campuran khas Jawa Timur.

Petis layaknya bumbu terasi – berwarna hitam dan memiliki dua jenis bahan dasar, yakni udang dan ikan. Ada beberapa kuliner khas Jawa Timur yang menggunakan bahan ini sebagai penyedap rasa. Bila Anda mampir ke Jawa Timur jangan lewatkan kuliner khas di bawah ini. Saking populernya, umumnya masakan tersebut dijual ke beberapa wilayah lainnya. Provinsi paling timur di Pulau Jawa ini memiliki segudang budaya dan ciri khas yang t

1. Rujak Cingur

Rujak cingur merupakan kuliner khas Jawa Timur yang sudah banyak ditemui di kota besar seperti Jakarta. Tapi tahukan Anda bagaimana asal mula rujak cingur diciptakan? Konon mitosnya ada seorang raja yang meminta juru masak untuk membuatkan makanan spesial di hari ulang tahun sang raja. Sayangnya, tidak ada satu pun masakan lezat menurut raja yang dibuat oleh juru masak.

Hingga akhirnya seoang anak bernama Abdul Rozak membawa makanan dibungkus daun pisang. Tanpa diduga raja malah menyukainya. Abdul Rozak pun menjelaskan pada raja bila ia menggunakan cingur (moncong) unta sebagai salah satu bahan makanan itu. Karena masakan tersebut belum memiliki nama, raja pun memberi nama rujak cingur.

Lazimnya rujak cingur terdiri dari irisan buah-buahan dan campuran bahan lain seperti lontong, tahu, tempe, kecambah kacang panjang, kangkung, dan tak lupa cingur itu sendiri (moncong sapi). Untuk saus, bumbu pelengkap rujak cingur biasanya terbuat dari petis udang yang diuleg bersama cabai, kacang tanah, bawang putih goreng, pisang batu muda, galam, dan terasi. Semuanya dicampur hingga bumbu merata dan siap untuk dicicipi.

2. Semanggi

Bahan utama makanan ini merupakan tanaman kecil sebangsa rumput berdaun empat melingkar dengan garis tengah 3 cm. Tanaman ini tumbuh di tanah basah lumpur di sawah. Bagian dari tanaman semanggi yang diambil adalah daun dan batang. Setelah itu kemudian ditanak dan dicampur dengan bumbu yang terdiri dari ketela rambat, kacang tanah, lombok serta petis. Biasanya makanan ini disajikan dengan rempeyek dan kerupuk puli.

3. Rawon

Ciri khas kuliner rawon ada pada warnanya yang hitam pekat. Warna hitam tersebut berasal dari penggunaan bumbu keluwek yang digunakan pada rawon. Keluwek merupakan biji dari tanaman pohon kepayang, ciri-ciri pohon tersebut bisa mencapai setinggi pohon durian. Bentuk buah keluwak seperti buah sukun, di dalamnya terdapat biji, biji inilah yang diolah menjadi keluwek yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna bumbu dan pewarna masakan.

Rawon ini sendiri merupakan makanan sejenis sup daging yang dipotong kecil-kecil. Bumbu supnya merupakan campuran dari bawang merah, bawang putih, lengkuas, ketumbar, serai, kunir, lombok, kluwek, garam, serta minyak nabati. Semua bahan ini kecuali serai dan lengkuas dihaluskan, lalu ditumis smapai haru. Campuran bumbu ini kemudian dimasukkan dalam kaldu rebusan daging bersama-sama dengan daging. Biasasnya, rawon disajikan dengan nasi yang dilengkapi dengan kecambah daun bawang serta kerupuk.

4. Tahu Gunting alias Tahu Tek

Jenis masakan asal Lamongan ini biasanya dinikmati ketika sore dan malam hari. Disebut tahu gunting karena tahu yang telah digoreng dipotong menggunakan gunting bukan dengan pisau. Kemudian tahu ditambah dengan kentang goreng setengah matang, tauge, dan kerupuk udang. Lantas disiram dengan bumbu kuah petism kacang tanah, cabai, dan bawang putih.

Sama sepeprti rujak cingur, tahu tek ternyata juga menyimpan kisah tersendiri. Percaya atau tidak, konon kuliner dengan nama lain ‘tahu tek’ ini merujuk pada suara tektek-tek yang didapat dari bunyi gunting saat memotong tahu. Versi lain juga menyebutkan bahwa panganan ini dulu dijual secara berkeliling. Untuk mengundang pembeli, penjual memukul-mukul sodet pada wajan hingga berbunyi tek tek tek.

5. Oseng – oseng Lurjuk

Lurjuk merupakan hewat laut golongan kerang-kerangan. Bentuknya kecil, memanjang, dan bercangkang. Tentu cangkangnya harus dilepaslan dulu sebelum proses perebusan. Sekilas bentuknya juga seperti ceker ayam yang dipreteli, rasanya kenyal, gurih, dan agak manis. Selain dibuat oseng, lurjuk juga kerap diolah sebagai keripik dan dijual sebagai oleh-oleh.(*)

 

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

 

 

LEAVE A REPLY