Tiga Kuliner Betawi yang Mulai Langka dan Resep Membuatnya

0
28
kuliner betawi
Foto. Yuniar Johan

Bagi warga Jakarta tentu tak asing lagi dengan kuliner khas seperti gado-gado betawi dan soto betawi. Dua kuliner asli Betawi ini masih dengan mudah kita jumpai saat ini, mulai dari warung kaki lima hingga restoran bintang lima. Meskipun begitu, masih ada kuliner khas Betawi lain yang semakin langka untuk ditemui. Sekalipun ada, biasanya hanya muncul saat perayaan hari ulang tahun DKI Jakarta atau festival Betawi.

Jika kuliner khas Minahasa terkenal akan cita rasa pedas, sementara makanan Jawa terkenal akan unsur manis, maka kuliner Betawi juga memiliki ciri khas tersendiri. Kuliner suku asli Jakarta ini cenderung memadukan beberapa unsur rasa dalam suatu masakan sehingga menghasilkan cita rasa yang begitu unik dan menggugah selera. Yang paling khas adalah cita rasa gurih yang berasal dari penggunaan bahan rempah-rempah.

Kali ini kami akan menampikan beberapa kuliner khas Betawi yang mungkin saja belum pernah Anda ketahui sebelumnya.

1. Bir Pletok

bir pletok
Instagram | kedai_karjun

Meskipun namanya bir, namun minuman yang resepnya ditemukan orang Betawi ketika jaman Belanda itu sama sekali tidak memabukan. Perlu diketahui, bir pletok tidak mengandung alkohol, dinamakan bir lantaran minuman ini berbusa di bagian atasnya. Jika dicicipi rasa bir pletok mirip dengan wedang ronde asli Jawa – pedas manis dan menghangatkan. Bila Anda ingin mencicipi bir pletok berikut adalah resep selengkapnya :

Bahan

• 4 jahe diiris-iris
• 4 jari kayu manis
• 1/2 kg gula palem
• Kelapa muda yang dagingnya sudah diserut

Cara membuat
Rebus 2 liter air dengan jahe, kayu manis. Lalu sangrai kelapa hingga kering

Penyajian
Tuangkan air rebusan ke dalam gelas. Tambahkan kelapa yang sudah disangrai. Bila ingin dingin, ditambah batu es juga tetap terasa nikmat.

2. Sayur pucung

Sayur pucung merupakan salah satu jenis santapan Betawi yang semakin sulit ditemui. Ini merupakan jenis makanan berupa ikan gabus yang disiram dengan kuah pucung-kuah warna hitam pekat karena dibuat dari buah kluwak. Karena sekarang ikan gabus bisa dibilang langka, tanpa mengurangi rasanya, penggunaan ikan gabus bisa diganti dengan ikan gurame. Melihat rupa sayur pucung yang hitam pekat, mengingatkan kita pada masakan khas Jawa Timur, rawon. Penasaran ingin mencoba, kami punya resepnya berikut ini

Bahan

• 1 buah ikan gabus/ikan gurame.
• kluwah 3 butir
•  1/2 sdt lada
• Bawang putih 3 siang
• Bawang merah 5 butir

Cara membuat
Setelah dicuci dengan jeruk nipis dan diberi garam secukupnya, ikan digoreng garing. Bumbu-bumbu dihaluskan dengan cara diulek. Kemudian setelah halus ditumis dan diberi 150 ml santan serta kecap manis secukupnya. Jangan lupa untuk menambahkan daun salam dan cabe rawit utuh. Sajikan dengan cara meletakan ikan di wadah yang telah dialasi daun pisang. Kemudian ikan dituang kuah, tambahkan irisan kol, tomat, dan daun seledri.

3. Kerak Telor

Kerak telor
Kerak Telor – Foto | Yuniar Johan

Kuliner yang sudah ada sejak dahulu kala ini, konon tergolong sebagai sajian mewah yang menjadi “primadona” pada zaman penjajahan Belanda. Namun sayangnya, keberadaan kerak telor kini kian tersingkir dengan munculnya sajian modern yang semakin variatif.

Memiliki cita rasa gurih ditambah aroma khas yang menggunggah selera, kerak telor terasa sedap saat disantap. Tidak hanya itu, proses memasak kuliner ini juga terbilang unik. Pasalnya, bahan-bahan yang telah dicampurkan pada wajan akan dibalik menghadap ke arah arang dari anglo, lalu dibiarkan hingga menjadi kerak.

Bahan : 
• 100 gr beras ketan putih, dicuci bersih dan direndam dengan air kurang lebih 2 jam
• 5 butir telur bebek
• 5 sdm bawang goreng
• 5 sdm serundeng
• 5 buah cabai rawit, iris halus
• 5 sdt garam
• 2 1/2 sdt lada bubuk
• 2 1/2 sdt gula pasir
• 5 sdm ebi bubuk

Cara membuat:
1. Panaskan penggorengan kerak telur hingga cukup panas.
2. Masukkan satu sendok makan sayur ketan yang sudah direndam beserta airnya, tutup dan masak kurang lebih 2 – 3 menit.
3. Buka tutupnya, kemudian beri 1 butir telur, 1 sdm bawang goreng, 1 sdm serundeng, 1/2 sdm ebi, 1 buah cabai rawit, 1 sdt garam, 1/2 sdt lada bubuk dan 1/2 sdt gula pasir, aduk rata.
4. Ratakan disisi penggorengan kurang lebih berdiameter 20 cm, tutup dan masak kembali hingga harum
5. Balik penggorengan kerak telur hingga terjilat api dan permukaan atas harum terbakar. Sajikan.(*)

 

Teks. Tim Mahligai Indonesia

LEAVE A REPLY