Nikmatnya Semangkuk Soto Khas Nusantara yang Mulai Mendunia

0
25
soto padang
Ilustrasi Soto Padang - Dok. Mahligai

Musim hujan seperti saat ini memang paling pas menyantap hidangan hangat. Semangkuk soto dengan kuah santan atau kuah kaldu berisi kentang, sayuran, dan daging bisa jadi salah satu kuliner pilihan yang nikmat sekaligus mengenyangkan. Ehmm., membayangkannya saja nampaknya kita langsung ingin memesan soto sebagai menu santap siang nanti ya?

Di Indonesia soto memang tergolong hidangan yang cukup populer. Saking populernya, kita bisa menemui beragam jenis rupa dan rasa hampir di seluruh penjuru Indonesia. Sebut saja soto Betawi yang khas dengan kuah susu santan atau soto Padang yang dikenal dengan kuah bening. Menurut Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat terdapat 72 jenis soto yang terdata di Indonesia.

Asal Usul Soto Nusantara

Walau negeri ini banyak sekali menyimpan resep soto, namun soto sendiri konon berasal dari negeri Tirai Bambu, Cina. Paling tidak demikian yang diungkapkan Dennys Lombard, dalam bukunya Nusa Jawa: Silang Budaya.

Menurut Dennys, mulanya soto adalah makanan Cina yang bernama caudo dan pertama kali popular di Semarang. Dari caudo, lambat laun menjadi soto. Orang Makassar menyebutnya coto, orang Pekalongan menyebutnya tauto, bahkan beberapa tempat menyebutnya sauto.

Namun jika ditelisik melalui bahan-bahannya, soto tergolong hidangan alternatif yang hemat dan sehat lho! Mengapa demikian? Soto tergolong hemat karena hanya membutuhkan beberapa potong daging untuk setiap mangkoknya. Konon, cara ini merupakan salah satu cara orangtua zaman dahulu untuk berhemat daging protein di tengah kondisi ekonomi terbatas.

Sementara soto dianggap menu sehat karena mengandung gizi yang dibutuhkan oleh manusia. Misalnya saja daging sebagai sumber protein, sayuran sebagai sumber serat dan vitamin, nasi/ketupat/lontong dan kentang sebagai sumber karbohidrat.

Mencicipi Soto Terbaik Indonesia  di JFFF 2018

Seperti halnya menu sushi yang khas dari Jepang atau kimchi yang identik dengan kuliner khas Korea Selatan, soto diharapkan bisa menjadi menu ikonik yang bisa ‘go international’. Untuk mewujudkan misi tersebut, sejak tahun lalu Bekraf terus mempromosikan soto sebagai salah satu food icon Indonesia melalui program bertajuk ‘A Spoonful of Indonesian Warmth.’

Untuk mendukung program tersebut ajang pagelaran model dan kuliner, Jakarta Fashion & Food Festival 2018 hadir dengan program Kompetisi Soto Indonesia. Dari 72 soto yang dikurasi terdapat 10 soto Nusantara terbaik yang lolos dari seleksi ini. Soegianto Nagaria, Chariman JFFF  mengungkapkan penilaian soto ini berdasarkan kelezatan rasa dan mewakili keragaman nama bemenuturkan.

Nantinya, 10 soto Nusantara terbaik yang lolos dari seleksi ini akan dihadirkan dalam pagelaran Food Festival yang akan berlangsung mulai 5 April – 6 Mei 2018 di Mall Kelapa Gading Jakarta. Kesepuluh soto Nusantara tersebut diantaranya adalah Soto Kesawan – Medan, Soto H. St. Mangkuto – Padang, Soto Betawi H. Mamat – Jakarta, Soto Jakarta Pak H. Yus, Soto Kadipiro – Yogyakarta, Soto Trisakti – Solo, Tauto Bumbu Pekalongan, Pallubasa Onta – Makassar, Soto Ngatijo – Madura, dan Coto H. Daeng Tayang – Makassar

Tertarik mencicipi soto tersebut Sahabat? (*)

LEAVE A REPLY