Mengenal 5G yang Khas dari Yogya

0
958

GUDEG MEMANG IDENTIK DENGAN KOTA YOGYAKARTA. KETAHUILAH, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA YANG TERDIRI DARI EMPAT KABUPATEN DAN SATU KOTAMADYA INI PUNYA JAJANAN ATAU KUDAPAN KHAS LAINNYA –YANG MENJADI CIRI KHAS ATAU IKON MASINGMASING DAERAH. MARI TELUSURI IKON DARI KABUPATEN BANTUL, KABUPATEN SLEMAN, KABUPATEN KULONPROGO, KABUPATEN KUNUNGKIDUL, DAN KOTAMADYA YOGYAKARTA. 

Teks: Dwi Ani Parwati, dari berbagai sumber
Narasumber: Ibu Tantri, Special Tour Guide Yogyakarta.
Foto: Istimewa. 

1. Geplak
Jajanan ini merupakan cemilan khas dari Kabupaten Bantul. Geplak dibuat dari kelapa setengah tua, beras ketan, dan gula pasir yang menghasilkan cita rasa manis. Geplak menjadi oleh-oleh khas dari Bantul. Selain rasa orisinal, geplak telah banyak dimodifikasi dan diberi varian rasa dengan warna cerah menarik, seperti vanila biasanya berwarna putih, rasa duren warnanya kuning, rasa gula jawa warnanya agak kecokelatan, rasa stroberi warnanya merah jambu, rasa pandan wangi biasanya berwarna hijau, dan sebagainya.

107486_cc25a4fe-ef99-11e4-b698-834387772fba copy

Asal usul geplak tidak terlepas dari keberadaan Bantul pada masa lalu sebagai penghasil gula dan buah kelapa. Pada masa kolonial Belanda, Bantul terkenal sebagai penghasil gula tebu. Tidak tanggung-tanggung, tercatat ada enam buah pabrik gula pada masa itu. Tanah-tanah pertanian ditanami tebu. Selain penghasil gula tebu, Bantul, yang letak geografisnya di pesisir selatan, juga penghasil buah kelapa, dan tentu saja sekaligus penghasil gula kelapa. Produksi kelapa dan gula yang melimpah inilah yang melahirkan geplak.

2. Gaplek
Ada satu makanan yang tidak boleh Anda lewatkan ketika berkunjung ke Kabupaten Gunungkidul. Tiwul dan gatot, makanan khas Kabupaten Gunungkidul. Tiwul dan gatot dibuat dari gaplek, yakni dari umbi singkong yang dikeringkan. Dikarenakan kondisi tanah yang tandus dan sulitnya air di Gunungkidul, maka petani daerah ini menanam singkong di musim kemarau. Untuk menyimpan agar bertahan cukup lama, singkong yang dipanen kemudian dikeringkan menjadi gaplek. Untuk membuat tiwul, gaplek ditumbuk sampai agak halus yang menyerupai tepung. Tepung gaplek tersebut kemudian dikukus. Tiwul merupakan makanan yang sangat populer di masyarakat yang hidup di Pegunungan Kidul yang memanjang dari Gunungkidul di Yogyakarta sampai kawasan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Gaplek

Sedangkan gatot terbuat dari gaplek yang warnanya agak kehitam-hitamanan yang potongannya kecil-kecil. Gaplek tersebut direndam semalaman, setelah itu airnya dibuang dan gaplek yang sudah direndam tersebut dibersihkan untuk selanjutnya dikukus. Hasilnya berupa gatot dengan warna sebagian kecokelatan sebagian hitam, dengan tekstur kenyal dan aromanya khas gatot. Tiwul dan gatot biasanya dimakan bersama parutan kelapa. Bisa juga dicampur dengan gula merah. Di Kabupaten Gunungkidul, tiwul dan gatot masih dijual di pasar-pasar tradisional.

Jika Anda tidak mau repot blusukan di pasar tradisional, coba datang di Tiwul Yu Tum yang berada di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, yang cukup terkenal. Tiwul Yu Tum ini menjual tiwul manis dan gatot. Penasaran dan ingin membuat sendiri gatot dan tiwul? Tak perlu repot-repot merendam gaplek hingga semalaman yang tentunya rumit. Karena kini juga tersedia bahan gatot dan tepung tiwul instan di sejumlah tempat di Yogyakarta maupun Wonosari. Tinggal beli, rendam, kukus, sajikan.

3.Geblek
Geblek adalah makanan paling khas dari Kabupaten Kulonprogo. Jajanan yang tampilannya seperti klanting ini menjadi semacam identitas yang membedakan Kulonprogo dengan daerah lainnya. Geplak bahan dasarnya tepung kanji atau tepung tapioka, memiliki ciri khas dari bentuknya yang bulat membentuk angka delapan, teksturnya kenyal tapi nikmat. Geblek sangat terkenal di Kulon Progo dan sekitarnya, sehingga dijadikan salah satu ikon kuliner di sana.

Geblek.

Dari bahan yang cukup sederhana, yakni tepung kanji, bawang putih dan garam, proses pembuatan Geblek butuh ketelatenan. Langkah pertama, tepung kanji dikukus sampai memadat namun tidak sampai matang. Kemudian ditiriskan dan diplintir berbentuk lonjong lalu dibumbui dengan garam. Kemudian dikukus lagi sebentar, sekitar kurang lebih 10 menit. Setelah ditiriskan lagi, dibumbui dengan bawang putih yang sudah dihaluskan. Setelah itu dibentuk seperti angka delapan dan digoreng.

Cocok disajikan selagi hangat, karena kalau sudah tidak hangat akan menjadi sedikit alot atau keras. Biasanya disantap pagi atau sore hari sebagai teman minum teh atau kopi. Untuk menikmati Geblek juga bisa disantap dengan Besengek Tempe Benguk –tempe dari kacang benguk. Perpaduan rasa gurih yang sangat khas ini memberikan cita rasa tersendiri.

4.Gedang
Apa yang istimewa dan khas dari Kabupaten Sleman? Kabupaten Sleman yang berada di bagian utara Daerah Istimewa Yogyakarta ini dikenal sebagai penghasil Gedang Mas (pisang mas) yang memiliki rasa khas manis, yang diyakini tidak dimiliki oleh jenis buah pisang dari daerah lainnya. Gedang –yang dalam istilah Jawa diplesetkan menjadi ‘digeget bubar madang’ yang artinya digigit setelah makan nasi, menjadi komoditi buah andalan dari Kabupaten Sleman. Sepanjang Jalan Kaliurang, Desa Pakem, Sleman, DI. Yogyakarta, deretan lapak penjual pisang khas lereng Gunung Merapi ini bisa ditemui dengan mudah.

peace

Pisang berukuran kecil-kecil dengan warna kulit kuning cerah itu begitu menggiurkan. Pisang Mas Merapi, begitu nama populernya, sejak puluhan tahun lalu sudah dikenal sebagai salah satu buah berasa manis kesat sebagai oleh-oleh khas dari obyek wisata alam Kaliurang dan Gunung Merapi. Di musim liburan, pisang mas asal Sleman menjadi buruan wisatawan domestik dari berbagai daerah.

5.Gudeg
Makanan dengan bahan dasar nangka muda ini adalah kuliner sangat populer di Kota Yogyakarta. Gudeg dengan warna kecokelatannya yang khas ini terbuat dari buah nangka muda yang dimasak dalam waktu yang lama dengan santan, krecek, gula, dan lain-lain. Rasanya manis dan gurih.

Makanan ini bisa disantap kapanpun juga, baik untuk sarapan pagi, makan siang, atau bahkan disantap malam menjelang dini hari. Ada dua jenis gudeg, gudeg basah tidak bisa tahan lama sehingga harus segera dikonsumsi. Sementara gudeg kering sndiri bisa tahan disimpan sampai lima hari, karena proses memasaknya lama, kuahnya benar-benar habis dan gudeg menjadi kering.

gudeg

Banyak cerita mengenai asal muasal nama gudeg, namun makanan khas Kota Yogyakarta ini sudah demikian popular dan menjadi oleh-oleh wajib. Salah satu tokoh pecinta kuliner Ong Kok Ham menganalisa bahwa gudeg menjadi pilihan banyak orang ketika Jawa dilanda kesulitan akibat tanam paksa yang dilakukan oleh Belanda. Sementara nangka muda yang sangat mudah diperoleh. Tekstur buah nangka muda yang liat dianggap menyerupai daging, dan dijadikan makanan pengganti daging.

Sehingga, makanan gudeg menjadi santapan masyarakat sejak dulu, dan kemudian menjadi legenda hingga kini. Banyak pilihan untuk mencicipi gudeg di Yogya, salah satunya yang melegenda dan menjadi favorit adalah Gudeg Yu Jum, yang kini telah dikelola oleh generasi ke dua.

LEAVE A REPLY