Nostalgia Kuliner Peranakan Belanda

0
247
Nostalgia Kuliner
Restoran Huize Trivelli - Mahligai

Jejak pengaruh kultur Belanda di Indonesia juga terwujud pada ragam kuliner di Tanah Air. Racikan bumbu lokal Nusantara dipadukan kuliner cita rasa Belanda telah membuahkan sajian gaya ‘’Indisch’’ atau menu khas peranakan Indonesia-Belanda. Kali ini, Mahligai menelusuri kekayaan kuliner hasil peleburan budaya Indonesia dan Belanda, yang disajikan oleh restoran Huize Trivelli. Restoran dengan aura interior benda-benda antik dan arsitektur tempo doeloe ini terletak di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya Jl. Ciujung No.36, Jakarta.

Huize Trivelli merupakan restoran turun-temurun dari keluarga Huize Trivelli. Menu makanan yang ditawarkan di sini merupakan resep keluarga. Sejumlah menu makanan tempo dulu dan didukung oleh suasana restoran yang homy, membuat pengunjungnya merasa seperti makan di rumah sendiri. Mari simak beberapa menu andalan yang disajikan restoran ini.

Poffertjes

Nostalgia Kuliner
Poffertjes – Mahligai

Camilan yang menjadi dessert khas “Indis” ini rasanya manis, asin, dan gurih, merupakan paduan dari mentega dan margarin yang dicampur susu dan gula. Adonan dimasak pada cetakan kue yang berbentuk bulat-bulat dengan mentega sebagai pengganti minyak goreng. Taburan gula halus atau es krim bisa dijadikan tambahan untuk menu ini, yang nikmat disantap pada sore hari. Rasa gurih berpadu dengan manis ini akan memanjakan lidah untuk melumatnya.

TONG BIEFSTUK NJONJA OOET

Nostalgia Kuliner
Tong Biefstuk Njonja Ooet – Mahligai

Seperti namanya Tong yang berarti lidah sapi merupakan bahan utama dari bistik atau biefstuk ini. Lidah sapi yang biasanya keras dan alot bisa menjadi sangat empuk dan nikmat. Rahasianya adalah dimasak secara presto selama beberapa lama lalu dipisahkan antara kulit luar dan dagingnya. Pada saat dimasak, lidah sapi menghasilkan kaldu yang dimanfaatkan menjadi saus pada bistik ini. Makanan ini disajikan bersama rebusan wortel dan buncis serta kentang goreng. Makanan ini menjadi santapan favorit keluarga dan indisch di masa kolonial Belanda, karena mulai diperkenalkan pada akhir abad ke-19.

CHATEAUBRIAND A LA JARDINIERE

Nostalgia Kuliner
Chateaubriand a la Jardiniere – Mahligai

Daging yang digunakan pada resep turun temurun ini merupakan daging lokal Indonesia yang berasal dari pasar tradisional yang terjamin kesegarannya. Makanan ini mempunyai ciri khas yaitu daging tar-tar atau daging yang dicincang kasar, sehingga menghasilkan daging yang sangat empuk. Saus jamur yang menjadi kekuatan pada makanan ini dibuat dengan rempah-rempah yang salah satunya adalah pala. Sajian ini biasa dihidangkan bersama dengan bit merah, kentang goreng, buncis, wortel, brokoli, dan tak lupa mesh potato.

KLAPPERTAART A LA MOUSSE

Nostalgia Kuliner
Klappertaart a la Mousse – Mahligai

Sajian ini sejak masa kolonial Belanda menjadi desserts favorit bagi setiap keluarga. Berbahan dasar kelapa serut dicampur gula, tepung, dan tentunya susu yang dimasak pada api yang kecil. Sebagai mousse di atasnya menggunakan putih telur dicampur gula yang dikocok hingga mengembang. Sajian penutup ini berasal dari Manado dan memang tercipta saat masa kolonial Belanda.

BITTERBALLEN

Nostalgia Kuliner
Bitterballen – Mahligai

Pala, mentega, susu, dan keju merupakan bahan wajib yang biasanya ada pada setiap masakan peranakan Indonesia-Belanda. Begitu pula pada makanan kecil seperti bitterballen, bahan-bahan tersebut dicampur dengan bawang bombai, daging cincang, dan tak lupa merica. Kehadiran susu dan keju menciptakan rasa gurih. Bitterballen disajikan dengan cocolan mayones dicampur mustard yang memberi sensasi asam berpadu gurih. Saus sambal atau tomat bisa sebagai pelengkap, akan semakin nikmati ketika menggingit bitterballen terdapat sensasi hangat dari pala dan merica di dalamnya. Camilan ini cocok untuk makanan sela pada sore atau pagi hari.

INSULINDE PASTEI

Nostalgia Kuliner
Insulinde Pastie – Mahligai

Hidangan pembuka (appetizer) ini dibuat dari resep turun temurun keluarga, terdiri dari susu dan keju yang menjadi ciri khas makanan Belanda berpadu dengan sayuran seperti wortel dan buncis, ditambah jamur dan ayam. Pala dan merica merupakan rempah yang selalu ada di setiap masakan “Indisch”. Mesh potato yang gurih dan lembut di bagian atasnya sekaligus sebagai topping yang wajib ada sebagai ciri khas makanan yang lazim disajikan menjelang sore hari. Jika Anda ingin menikmatinya sebagai menu brunch pun, tak ada salahnya.

 

Foto: Allan Likumahua
Lokasi & Resep: Huize Trivelli
Properti: Chic Mart
Pengarah Gaya: Widiyanti
Teks: Dwi Ani Parwati
Narasumber: Wahyuni B.J Soe’oed & Ir. Jalaluddin Soe’oed MBA (Huize Trivelli)

 

LEAVE A REPLY