Contek Resep Sajian Nikmat Bubur Manado Tinutuan

0
315
bubur manado tinutuan
Bubur Manado Tinutuan - Foto. Andri Cipta Utomo. Dok. Mahligai

Masakan Minahasa identik dengan cita rasa pedas dan kaya akan rempah. Bahkan hingga muncul istilah “Jangan mengaku orang Minahasa kalau Anda tidak suka pedas dan tidak suka Tinutuan.” Ngomong-ngomong seputar Tinutuan, ini ialah istilah lain dari sajian bubur Manado yang khas. Tidak ada yang tau pasti kapan dan asal masakan ini berasal.

Ada sumber mengatakan Tinutuan mulai ramai diperdagangkan di beberapa tempat di sudut Kota Manado sejak tahun 70-an hingga 80-an. Lalu di bawah pemerintahan Wali Kota Jimmy Riba, Tinutuan dijadikan sebagai moto Kota Manado baru menggantikan semboyan sebelumnya, Berkhitmat.

Secara harfiah, Tinutuan berasal dari kata dasar tuutu, yang artinya nasi atau bubur. Jadi tinutuan juga berarti ‘dijadikan bubur’. Di sejumlah wilayah Minahasa, istilah Tinutuan sering disingkat menjadi Tinu.

Jika Anda berkunjung ke Manado, cobalah menyantap bubur asli Minahasa ini di wilayah Kecamatan Wenang, lokasi wisata makanan khas Tinutuan yang diresmikan Pemkot Manado sekitar tahun 2004 – 2005.

Cara Membuat Bubur Manado Tinutuan

Bahan :

– 100 gram beras
– 750 ml air
– 1 lembar daun pandan
– 2 batang serai, memarkan
– 1 sdt garam
– 150 gram jagung manis pipilan
– 250 gram labu kuning, potong dadu
– 1 ikat bayam
– Setengah ikat daun melinjo
– 1 ikat kangkung
– 2 ikat kemangi

Pelengkap : Sambal tomat dan ikan jambal asin goreng

Cara membuat

1. Seperti memasak bubur pada umumnya, masak beras bersama air, daun pandan, batang serai, dan garam hingga menjadi bubur yang lunak.

2. Masukan jagung manis dan labu kuning, masak hingga lunak. Tambahkan bayam, daun melinjo dan kangkung. Masak sebentar, masukan kemangi, aduk rata, angkat.*

Baca Juga : Tujuh Tempat Bubur Ayam Enak di Jakarta 

INTAN WIDIASTUTI | Berbagai Sumber 

LEAVE A REPLY