Sudah Pernah Lahap Bulung Kuah Pindang Khas Bali Ini?

0
78

Bali tak hanya terkenal dengan panorama pulau, laut dan obyek wisata lain. Ada pula deretan menu makanan khas Bali. Salah satunya ini…

Jika ke Pulau Dewata hanya seputar buat jalan-jalan ke obyek-obyek wisata seru, yah, rasanya sayang banget. Karena selain deretan obyek wisata, Bali pun punya beberapa makanan khas yang benar-benar sulit ditemui di luar pulau sendiri.

Jadi apa dong makanan khas Pulau Dewata yang wajib icip dan lahap pas ke sana?

Bulung Kuah Pindang, jawabnya.

Ya, Bulung Kuah Pindang adalah asli makanan tradisional yang terbuat dari rumput laut. Disebut ‘Bulung’ karena itu adalah sebutan lokal untuk rumput laut.

Masalahnya, nih, Bulung Kuah Pindang terbuat dari rumput laut apa, ya?

Pastinya nih, memang ada beberapa jenis rumput laut yang biasa dikonsumsi sebagai makanan. Ada Gracillaria sp, Caulerpa spp. dan Eucheuma cottonii. Nah, untuk Bulung Kuah Pindang menggunakan rumput laut jenis Kappahycus alvarezii.

Lalu bagaimana tampilan fisik rumput laut jenis ini?

Rumput laut ini punya fisik memanjang dengan diameter  1-5 milimeter. Jika kondisinya segar, rumput laut ini punya warna hijau gelap dan sedikit merah.

Begitu diolah, Kappaphycus alvarezii berubah warna menjadi putih dan hijau. Saat warnanya hijau itu efek setelah direndam dengan kapur sirih selama setengah jam.

Sedangkan saat rupanya berwarna putih itu karena setelah dijemur berulang kali selama beberapa hari dan melewati proses pengeringan pula.

 

Proses pembuatan

Kedua jenis rumput laut ini lalu direbus hingga mendidih selama 10 menit. Setelah ditiris selama 10 menit, baru deh ditiriskan.

Oh ya, kuah pindang ini juga dibuat dari rebusan ikan yang memakai campuran daun salam, serai, sedikit garam.

Untuk ikan, biasanya menggunakan ikan tongkol, tuna atau bisa juga memakai ikan sarden.

Oh ya, harap diperhatikan jika memilih ikan sarden, kuah pindangnya akan berwarna lebih keruh dan punya aroma kuat banget!

Masih kurang?

Baca Siap Icip-Icip Sroto Klamud Asal Purbalingga yang Khas Banget?

Ya, pastinya harus pakai bumbu.

Nah, untuk bumbu, biasanya menggunakan terasi bakar, garam, jahe, dan cabe rawit besar. Semua bahan diulek, lalu setelahnya baru disiram dengan kuah pindang. Slrrrpp!

Jika rasanya ingin lebih terasa greget lagi, coba deh berikan garam, kelapa parut, dan perasan jeruk limau.

Oh ya, ada juga yang menambahkan dengan bubuhan lain, seperti diberi taburan kacang tolo, kacang tanah, dan bisa juga kacang kedelai yang digoreng kering.

Setelah siap, Bulung Kuah Pindang pun pas banget disantap pas waktu lagi mau ngemil-ngemilnya…

Eh, ngemil… Hahaha!

 

 

O.J.

Sumber: IndonesiaKaya

Foto: TravelingYuk

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here