Tips Menyajikan Menu Tradisional Untuk Pesta Pernikahan

0
116
nasi pandan
Nasi Pandan - Dok. Allan Likumahuwa

Tak sedikit calon pengantin mengaku bingung ketika ditanya menu makanan yang akan disajikan dalam pesta pernikahannya. Sungguh disayangkan tentunya, padahal negeri Nusantara memiliki ratusan jenis makanan tradisonal  ‘warisan’ kuliner leluhur nenek moyang kita yang rasanya lezat menggoyang lidah. Salah satu unsur terpenting dalam penyelenggaraan pesta pernikahan adalah menu makanan yang dihidangkan kepada para tetamu. Biasanya, latar belakang budaya dari pasangan pengantin atau daerah dimana pesta diselenggarakan, sangat mempengaruhi dalam pemilihan menu makanan.

Walau setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas yang berbeda-beda, namun pada umumnya di era sekarang ini menu yang disajikan pada suatu pesta pernikahan sedikit-dikitnya terdiri dari 3 unsur, yaitu makanan pembuka, utama,dan sajian penutup. Kekayaan kuliner yang terdapat di Indonesia memiliki ragam jenis kuliner dari ketiga unsur tersebut.

Menurut pemilik perusahaan katering Pangan Selaras, Rosita Dody, yang paling penting dalam memilih dan menyajikan makanan dalam pesta pernikahan selain cita rasa, juga keharmonisan menu yang disajikan. “Misalnya, jangan sampai yang dipilih adalah menu pedas semua. Atau menu yang pakai lontong atau ketupat semua. Perlu ada variasi jenis dan rasa. Jadi, calon pengantin ataupun keluarga pemangku hajat perlu mengetahui karakter dan citarasa dari menu makanan yang akan dipilih.”

Dianugerahi beragam kekayaan kuliner yang ada di Nusantara, menurut Rosta Dody, banyak variasi menu yang bisa disajikan dalam rangkaian pesta pernikahan. Mulai dari menu hidangan untuk acara pengajian, siraman, akad nikah, maupun acara puncak resepsi pernikahan. Jadi, setiap acara perlu dipikirkan, menu makanan apa yang akan dikeluarkan.

Untuk pengajian sore hari misalnya, jangan menyajikan menu makanan berat, karena bukan waktunya makan siang. Menu yang mengandung karbohidrat atau nasi bisa disajikan dalam bentuk lain, misalnya arem-arem, lemper, lontong atau ketupat dengan pelengkapnya, tentunya dengan porsi kecil. Kudapan manis seperti serabi, aneka getuk dan jajan pasar tradisional lainnya juga menjadi menu pilihan untuk siraman dan pengajian.

Minuman Tradisional
Minuman Tradisional – Dok. Allan Likumahuwa

Menu tradisional Nusantara memiliki cita rasa yang tentunya sangat bisa diterima oleh lidah masyoritas masyarakat Indonesia. Ini tentu menjadi salah satu keuntungan bila menyajikan menu tradisional. Terlebih lagi, jenis makanan bisa menjadi ‘surprise’ bagi tamu karena mungkin belum pernah melihat dan merasakan sebelumnya. Rosita memberi contoh, menu nasi keprabon merupakan salah satu favorit pilihan untuk disajikan pada saat pengajian dan siraman pagi hingga siang hari. Nasi keprabon berasal dari Cirebon, dengan ciri khas disajikan bersama sayur pucuk daun pakis yang gurih dan legit, serta lauk lainnya yakni ayam suwir bumbu pedas.

Bukan hanya aneka jenis nasi tradisional yang mewarnai sajian acara pernikahan.  Aneka minuman tradisional disajikan dingin juga amat dinantikan tamu undangan. Racikan minuman favorit tamu seperti bir pletok, wedang uwuh, hingga sari asem kunyit yang menyegarkan ketika disajikan dingin khususnya acara pesta siang hari. Tentunya, dengan pilihan menu kuliner tradisional yang tepat akan turut mewarnai sempurnanya pesta pernikahan.(*)

 

Teks. Tim Mahligai – Indonesia

LEAVE A REPLY