Saatnya Menikmati Perayaan Cinta dari Pulau Dewata

0
386

Menikmati keindahan dan keasrian Pulau Dewata pastinya sudah sering. Bagaimana kalau sekarang kita menikmati perayaan cinta Pulau Dewata?

Ya, keagungan pernikahan secara adat Bali mempersatukan cinta abadi dua sejoli Dian dan Arta, dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Kisah perjumpaan mereka bermula sekitar 10 tahun silam, keduanya bertemu di Universitas Trisaksi Jakarta. Dian Kota, biasa disapa Dian, adalah mahasiswa baru, sementara Pande Arta Masna –biasa disapa Arta, adalah alumni dan dosen di universitas yang sama. Sebuah awal pertemuan biasa antara siswi dan dosennya, namun karena intensitas pertemuan yang cukup sering maka keduanya mulai akrab.

Setelah mengenal beberapa bulan Arta pun terpikat pada Dian dan mengajaknya berpacaran, namun Dian menolaknya karena Arta dosennya.

Baca juga 5 Keunikan Pesta Pernikahan Paula Verhoeven dan Baim Wong

Disamping itu Dian masih punya kekasih. Akan tetapi perjuangan Arta tak hanya putus sampai di sini. 2007, setelah Dian menyelesaikan studi S1, Arta kembali berusaha mendekatinya, namun kembali tidak digubris serius oleh Dian. Baru setelah Dian yakin akan kesungguhan Arta, di akhir 2008 Dian akhirnya menerima cinta Arta.

Jalinan kasih Dian dan Arta tetap terjalin erat, meski keduanya cukup sibuk dengan rutinitas sehari-hari. Dian sibuk dengan melanjutkan studi Master di The London School Of Public Relation Jakarta serta membuka bisnis di bidang Wedding Ceremony Planners dan House of Kebaya.

Sementara Arta, selain sebagai dosen, juga berprofesi sebagai Information Technology SAP Consultant di perusahaan Information Technology terbesar di Indonesia.

Setelah merajut cinta selama empat  tahun, Arta membuat lamaran kejutan untuk Dian, yakni lamaran dilakukan saat ulangtahun Ayahanda Dian di sebuah restoran di Jakarta. Dengan penuh suka cita Dian pun menerima lamaran Arta kekasihnya.

Setelah perundingan keluarga , keduanya sepakat melangsungkan pernikahan dengan sederet upacara pernikahan secara adat Bali, karena keduanya keturunan asli berdarah Bali.

Baca juga Perayaan Cinta di Parahyangan Sheny & Danny

Diawali dengan pertunangan atau masadok di kediaman asal leluhur mempelai wanita, di Griya Bendesa Tangkas Tegalenga Singaraja, Bali. Esok harinya dilanjutkan dengan upacara pawiwahan, yakni pernikahan secara adat Bali & agama Hindu sesuai kepercayaan keduanya, berlangsung di Griya Pande Tusan Banjar Jawa Singaraja, Bali.

Perayaan cinta mereka berlanjut di Jakarta via resepsi pernikahan yang dihadiri oleh sekitar 2.600 tamu undangan, di mana suasana ranah Dewata  yang sangat khas etnik Bali seakan berpindah ke Panti Prajurit, Balai Sudirman, Jakarta.

Kebahagian terpancar tidak hanya kedua mempelai, tetapi juga kedua orangtua, keluarga, sahabat, dan seluruh undangan yang hadir.

 

 

 

 

 

Dwi Ani Parwati

Venue: Griya Pande Tusan-Singaraja, Bali (pernikahan adat)

Resepsi: Panti Prajurit Balai Sudirman, Jakarta

Kebaya & Make-up & Hairdo : DK Wedding in Style

Dekorasi & Entertainment : Yayasan Seni Tirthasari

Wedding Organizer : PAM Planners

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here